Mitos Perihal Bdsm, Benarkah Berafiliasi Seks Dengan Kasar?

Posted by Ganas003 on September 06, 2019 in

Mitos wacana BDSM, Benarkah Berhubungan Seks dengan Kasar?

Betul kau sudah paham wacana BDSM?



Terutama kalau kau telah membaca novel atau menonton film erotis Fifty Shades of Grey, istilah BDSM mungkin tak lagi asing di telingamu. Namun, seberapa jauh kau mengenali jenis acara seks yang satu ini?
Menurut terapis seks Michael Aaron PhD, BDSM merupakan istilah yang merujuk pada tiga hal. Pertama yaitu BD, yakni bondage dan discipline. BD sendiri melibatkan acara menyerupai mengikat  dan menahan (mengekang) seseorang (pasangan). Terkadang, beberapa hukum dan eksekusi juga diterapkan.
Selanjutnya yaitu DS, yakni dominance dan submission. Dalam hal ini, salah satu pihak akan menawarkan kesempatan kepada pasangannya untuk mengambil alih tugas dominasi dan kekuasaan terhadap dirinya, baik secara fisik, emosi, maupun keduanya. 
Yang terakhir yaitu SM, yakni nod to sadism. Situasi ini berafiliasi dengan tindakan masokis dan rasa sakit. Singkatnya, orang lebih sering menyebutnya dengan istilah sadomasokisme.
Sudah paham dengan klarifikasi ini? Kalau ya, sekarang saatnya kau mengetahui mitos wacana BDSM yang terlanjur tersebar dan diyakini banyak orang dan perlu untuk segera kau berhenti percayai.

1. BDSM merupakan hal asing bagi banyak orang dan tidak cukup digemari

 Terutama kalau kau telah membaca novel atau menonton film erotis Fifty Shades of Grey Mitos wacana BDSM, Benarkah Berhubungan Seks dengan Kasar?antoniosanchezfotografia.es
Aaron menjelaskan bahwa banyak kesalahpahaman wacana hal ini. Faktanya, sebuah studi di Journal of Sexual Medicine pada tahun 2014 menemukan bahwa BDSM bukanlah hal yang tidak biasa. 
Sebanyak 65 persen perempuan yang terlibat sebagai responden justru berfantasi untuk menjadi pihak yang didominasi oleh pasangannya, 47 persen perempuan berfantasi untuk menjadi pihak yang mendominasi pasangannya, dan 52 persen perempuan berfantasi berada dalam kondisi diikat. Berkaitan dengan hal ini, sex coach Stephanie Hunter Jones PhD menyampaikan bahwa berfantasi wacana BDSM yaitu yang sangat 100 persen masuk akal meski beberapa orang merasa aib untuk mengakuinya.

2. BDSM selalu wacana seks

 Terutama kalau kau telah membaca novel atau menonton film erotis Fifty Shades of Grey Mitos wacana BDSM, Benarkah Berhubungan Seks dengan Kasar?photographybychloe.com
Sayangnya, seks tidak harus selalu berkaitan dengan seks. Menurut Jones, beberapa orang menyukainya dari segi kekuasaan semata. Karenanya, sangat masuk akal kalau seseorang bermain-main dengan BDSM tanpa harus melibatkan seks.

3. Pelaku atau penggemar BDSM selalu sanggup terlihat

 Terutama kalau kau telah membaca novel atau menonton film erotis Fifty Shades of Grey Mitos wacana BDSM, Benarkah Berhubungan Seks dengan Kasar?popxo.com
Faktanya, orang-orang yang terlihat kaku dan kuper sekalipun sangat mungkin termasuk dalam kelompok penikmat BDSM. Orang-orang yang terkesan konservatif pun bukan tidak mungkin sangat menyukai BDSM. Hal ini sanggup menjadi semacam kesempatan untuk berlatih menjadi huruf yang berbeda dari kepribadiannya secara umum.

4. BDSM berbahaya

 Terutama kalau kau telah membaca novel atau menonton film erotis Fifty Shades of Grey Mitos wacana BDSM, Benarkah Berhubungan Seks dengan Kasar?wifflegif.com
Komunitas BDSM justru gembira dan menjaga keselamatan fisik maupun mentalnya. Menurut Aaron, BDSM melibatkan akad masing-masing pihak berikut perundingan terhadap apa yang akan dilakukan. 
Walau begitu, terkadang BDSM juga sanggup menyerupai judi. Beberapa kegiatan yang dipilih mempunyai risiko tinggi dan berbahaya menyerupai tinju, bungee jumping, dan skydiving sekalipun. Namun setidaknya, pelaku BDSM selalu berusaha untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin dan tidak melanggar batas.

5. BDSM merusak secara emosional

 Terutama kalau kau telah membaca novel atau menonton film erotis Fifty Shades of Grey Mitos wacana BDSM, Benarkah Berhubungan Seks dengan Kasar?stephaneleludec.fr
Bila dilakukan dengan benar, BDSM justru sanggup menjadi benar-benar kebalikannya. Jones bahkan kerap memakai BDSM sebagai 'bumbu' bagi kliennya yang menjalani vanilla relationship alias relatif datar. 
Dia menyarankan bagi pihak yang mempunyai kecenderungan lebih tidak berkuasa dalam kekerabatan untuk mengambil tugas sebagai pihak yang mendominasi dan sebaliknya. Hal ini sanggup sangat membantu orang-orang yang mempunyai info terkait kontrol dan kekuasaan.

6. Pihak yang mayoritas selalu menjadi yang menguasai

 Terutama kalau kau telah membaca novel atau menonton film erotis Fifty Shades of Grey Mitos wacana BDSM, Benarkah Berhubungan Seks dengan Kasar?the-quirky.com
Dalam konteks peran dominance dan submission, ada banyak istilah yang dipakai orang untuk mendeskripsikan dirinya sendiri maupun pasangan, seperti top/bottom, master(or mistress)/slave, dan lain-lain. Namun, identitas ini sangat mungkin berubah-ubah. Pihak yang dalam kekerabatan cenderung lebih mendominasi pun nyatanya tak harus menjadi pihak yang mendominasi pula dalam hal ini. 

7. Selalu mempunyai trauma besar di masa kecil

 Terutama kalau kau telah membaca novel atau menonton film erotis Fifty Shades of Grey Mitos wacana BDSM, Benarkah Berhubungan Seks dengan Kasar?katchsilva.com
Orang-orang yang mempunyai ketertarikan terhadap BDSM masih banyak disalahpahami. Mereka kerap dinilai mempunyai trauma yang cukup ahli di masa lalu. Namun, sebuah studi tahun 2013 di Journal of Sexual Medicine menyimpulkan bahwa BDSM merupakan suatu bentuk kesenangan dan penyegaran tersendiri bagi seseorang, serta merupakan suatu bentuk verbal dari proses psikopatologis.
Nah, itulah beberapa mitos wacana BDSM yang sayangnya masih banyak dipercaya masyarakat sampai kini. Masih ada yang kau yakini sampai hari ini, tidak?