Masalah Ketenagakerjaan Indonesia, Begini Solusi dari Kadin

Posted by KarimGanas on Desember 21, 2019 in , ,

Masalah ketenagakerjaan yang terkait dengan pembangunan sumber daya manusia di Indonesia menyisakan pekerjaan rumah yang tak kunjung selesai. Kadin Indonesia sebagai salah satu organisasi yang fokus di bidang ekonomi memberikan pandangan terkait solusi bersama yang harus dimunculkan.
Indonesia menduduki peringkat ketiga dari bawah sebagai negara yang paling tidak sinkron antara supply and demand. Tenaga kerja yang dihasilkan tidak sesuai dengan kebutuhan di industri yang ada di lapangan. Akibatnya serapan tenaga kerja menjadi rendah dan banyaknya pengangguran pada usia angkatan kerja.

Pembangunan SDM Melalui Sinergi Bersama

Ketua Komite Tetap Kadin Bidang Pemberdayaan Tenaga Kerja, Frans Go menyebutkan, masalah yang dihadapi tenaga kerja Indonesia saat ini harus diselesaikan secara sinergi oleh semua pihak, baik pemerintah, pelaku usaha dan kalangan tenaga kerja sendiri.
Solusi yang diberikan hendaknya tidak lagi bersifat normatif tetapi solutif yang hasilnya langsung dirasakan bagi dunia industri dan tenaga kerja sendiri. Sebagai contoh misalnya, Kadin memberikan solusi masalah tenaga kerja dari sektor pendidikan.
Pro kontra Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang terjadi belakangan ini hendaknya dikelola dengan arif dan tepat. Misalnya pengelolaan SMK ini dilakukan berbasis potensi daerah. Bila suatu daerah memiliki potensi sumber daya X, maka jenis SMK yang dikembangkan juga di bidang X.
Solusi ini akan langsung dirasakan oleh tenaga kerja dan kalangan industri. Kamu yang lulusan SMK pun sudah tahu secara jelas prospek kerja yang akan dikejar. Sementara kalangan industri pun terbantu dengan ketersediaan tenaga kerja lokal.
Tantangan SDM tenaga kerja Indonesia terjadi di dalam dan luar negeri. Di dalam negeri ada beberapa masalah yang dihadapi yakni rendahnya pertumbuhan ekonomi menyebabkan serapan tenaga kerja oleh pelaku industri menurun. Selain itu, rendahnya kompetensi SDM membuat industri tidak bisa menyerap SDM yang ada.
Selain itu, organisasi para pengusaha juga menilai tenaga kerja Indonesia di luar negeri juga mengalami masalah serupa dalam hal kompetensi. Undang-undang atau regulasi yang tersedia juga tidak cukup memberikan perlindungan hak-hak seorang buruh migran dan keluarganya.
Masalah-masalah di atas membutuhkan sinergi kerjasama dari semua sektor pemerintah, pengusaha dan masyarakat langsung yang merasakan masalah tersebut. Melalui rencana pemerintah di tahun 2020 yang ingin fokus pada pembangunan SDM, diharapkan solusi ini dapat terealisasi.

Pembangunan SDM Menyongsong Industri 4.0

Kamar Dagang dan Industri Indonesia menilai memasuki industri 4.0 saat ini pemerintah dan semua kalangan harus bersiap meningkatkan kualitas SDM tenaga kerja Indonesia yang memiliki kemampuan penguasaan teknologi lebih baik.
Masalah yang ada saat ini sekali lagi soal kompetensi. Persaingan di tingkat global di bidang teknologi mengharuskan SDM Indonesia memiliki penguasaan yang lebih baik dan harus ditingkat. Bila SDM Indonesia tidak siap, yang terjadi peluang-peluang yang ada akan diambil alih oleh asing.
Program-program Kadin
Sendiri baik di tingkat daerah maupun pusat saat ini sangat menekankan pengembangan SDM unggul yang memiliki penguasaan teknologi. Bukan hanya pekerja, para pengusaha pun sangat penting menguasai teknologi sebagai alat bisnis global yang sangat vital saat ini.
Program-program pelatihan, pembinaan, workshop, pemberdayaan, magang dan sejenisnya dibutuhkan untuk meningkatkan potensi SDM Indonesia. Siapa yang melakukannya? Semua kalangan, bahkan kamu sendiri pun bisa berinisiatif mengembangkan kompetensi penguasaan teknologi yang kamu miliki.
Kompetisi bisnis pada dasarnya adalah kompetisi kualitas SDM. Sehebat apapun teknologi yang kamu miliki, modal uang yang kamu punya, kalau secara SDM kamu tidak unggul, semua sumber daya yang ada tersebut akan sulit dimanfaatkan secara efisien.
Kadin menekankan pembangunan ekonomi Indonesia harus juga diimbangi dengan pembangunan SDM yang unggul. SDM unggul inilah yang kelak akan menciptakan Indonesia produktif di masa akan datang. Kamu setuju?